Judul buku : ZEE & SYD
Nama pengarang : Iwok Abraqy
Nama komikus : Muhadzab Hasan
Penerbit : Dar! Mizan
Terbit : Desember 2014
Harga : Rp. 39.000
Daaan, ini review ku yang ketiga di blog ini! Entah
kesambet darimana, aku rasa aku tertarik dengan cover PBC yang
satu ini. Tumben beda, kataku. Beda dari yang biasanya xD karena baru pertama
kali melihat cover PBC itu adalah ilustrasi yang dipisah dengan satu
judul bertuliskan Zee & Syd. Semoga kalian tertarik untuk membacanya
membelinya!
Zee (Fauziah) sebal dan gatal akan ulah Syd (ney), anak baru di kelas. Bukan saja karena cowok itu hampir menyerempetnya dengan motor di depan sekolah dan mengakibatkan sahabatnya luka-luka. Syd dianggapnya belagu dan tidak peduli sekitar.
Zee tidak suka cowok yang ugal-ugalan di jalan, ngebut dengan motor seolah jalanan hanya milik mereka. Meski begitu, saat terjadi kecelakaan yang melibatkan anak geng motor di depan matanya, hati Zee tersentuh juga. Dia menolong korban dan mengantarnya ke rumah sakit, bahkan saat teman-teman geng motor lainnya tidak peduli dan kabur meninggalkan teman mereka yang terluka.
Pelan-pelan Zee menyimpulkan bahwa ada sisi lain dari setiap hal yang dijumpainya. Seberapa pun berbahaya, ada alasan mengapa cowok bergabung dengan geng motor. Seberapa pun dia marah, selalu ada alasan memaafkan. Dan seberapa pun belagu, ada alasan untuk menyayangi … Buru-buru Zee menggelengkan kepalanya. Dia masih butuh waktu untuk menemukan sisi lain dari diri Syd.
Sebenarnya,
beberapa hari sebelum buku itu terlihat di geramed setempat, aku sudah
melihatnya di fanpage PBC sendiri. Aku sudah cukup kebal dengan
ilustrasi cling-cling Margaretta Devi, dan kupikir novel ini agak beda
dari biasanya. Yang mungkin agak... mulai menyertakan unsur percintaan
remaja//plaakk.
Novel ini
bercerita tentang seorang Zee yang bersahabat dengan baik dengan Sarah. Hari-hari
indah mereka dikacaukan oleh tragedi keserempet motor saat hendak ke
sekolah oleh murid baru yang konon katanya dari Sydney, Ostrali, eh,
salah tulis, Australia. Dengan kedatangan si
pemuda-aneh-sok-cuek-dengan-siapapun, Zee, yang punya rasa keadilan yang
tinggi, tak tinggal diam untuk mendiamkan si murid baru yang menurutnya
songong xD.
Mungkin tak ada
yang bisa memberikan takdir yang tak terduga sekarang. Tapi, setelah Zee
menolong seseorang yang terluka karena tawuran antar genk motor,
bergeraklah takdir tak menguntungkannya. Zee dan Sarah sempat di cegat oleh genk
motor yang menjadi pelaku karena ia menjadi saksi yang membeberkan apa saja
yang ia lihat kepada wartawan, Pak Gustaf, yang untungnya ditolong oleh Syd
tentunya.
Selanjutnya,
Zee langsung su’udzon dengan Syd karena tragedi di serempet olehnya.
Tapi ternyata
Zee salah!
Selanjutnya—
Wah, kalau
diceritain semuanya mah, nanti ga seru bacanya xD intinya Zee dan Sarah
beberapa kali mendapat teror atas keberanian mereka.
Aku senang
dengan temanya yang remaja, cukup berbeda dari cerita-cerita remaja yang rata-rata
hanya sekedar pertemanan-persahabatan-musuhan-balik sahabatan. Baik, bukannya aku mengejek atau bahkan
membenci cerita berpola seperti itu. Itu hanya... terlalu berpola. Aku menikmati
cerita yang cukup mainstream bahkan sudah kuketahui endingnya asalkan bisa menceritakan dengan seru,
seperti komik dan OVA Saint Seiya : The Lost Canvas oh,... aku fans seri Saint
Seiya semenjak awal masuk SD, dan mengingat betul pola ceritanya :v tapi aku
menunggu kejutan yang ada didalamnya.
Aku menyukai
tokoh Zee, karena serasa melihat refleksi diriku sewaktu SMP, benar-benar berpegang
kuat dengan idealisme keadilannya. Tokoh ini juga menarik, karena ia sadar tak
bisa mundur, tak bisa melangkah maju,
namun ia tak boleh terlihat takut akan teror dari sekitarnya.
Hal lain yang
aku senangi dari buku ini, buku ini ditulis dengan hati-hati. Aku tidak
menemukan plothole di cerita serapi ini. Mungkin kalau kebetulan
ada. Tapi, hei, bahkan kebetulan itu sendiri bisa muncul di kehidupan
nyata, bukan? Asumsikan saja kamu tak punya uang untuk pulang naik angkot dan
temanmu baru bayar utang yang udah kamu lupain saking lamanya nggak ditagih. Kebetulan
bukan? Apa kamu akan langsung merasa ‘betapa beruntungnya hari ini makhluk ini akhirnya bayar hutang’?
Lalu, menilai
dari segi komiknya. Mengenai Novel Komik (Nomik) sendiri, aku baru tahu
formatnya seperti ini. Kukira, aku bisa menikmati cerita novelnya sepenuhnya
dan beberapa penggambaran versi komiknya tak dapat porsi satu bab penuh. Mungkin
karena aku kebanyakan baca novel ringan baik itu buatan Jepang atau novel
ringan Cina/Taiwan. Adakah yang menyenangi karya Yu Wo? Berikan aku sinopsis
Eclipse Hunter volume 1 dong -.- aku sedang tak bersemangat membacanya.
Komiknya terlihat
sangat indonesia, setidaknya dari segi balon kata xD. Aku sering membaca komik
Jepang yang balon katanya lebih oval dan lebih bermacam-macam bentuknya
sampai aku bingung ketika ingin mencoba membuat komik.
Lalu,... inilah
bagian kritikku! Aku memperingatkan bagi yang belum membaca untuk kembali ke
garis aman jika kalian tidak ingin membaca spoiler.
Untuk watak
tokoh Syd, salah satu watak tokoh yang cukup sering ku temui. Tapi mau di bacot
apalagi, keadaan seperti itu nyata. Tak ingin membicarakan banyak hal karena
terlalu stres dihadapkan masalah besar seperti perceraian. Pelarian dari hal
ini bisa ke banyak hal, yang biasanya jika tak tertolong akan masuk ke dunia
yang berbahaya. Tapi aku cukup menyenangi Syd yang meskipun ada dalam genk
motor, ia tak terwarnai dengan keadaan (aku membayangkan sebaik apapun,
yang namanya genk anak muda pasti ada yang tak benarnya). Meski aku
mengomentari hal ini, entah mengapa karena hal ini sudah biasa terjadi di
lingkungan hidup atau kekliseannya yang sering muncul di cerita-cerita yang ku
lihat, aku tak punya saran yang bagus//jdaaarr.
Kebetulan. Berbagai
kebetulan ini selalu menunjuk kepada keberuntungan nasib sang tokoh utama. Aku agak
jeles dengan Zee dan berpikir bagaimana kalau ia ada di posisi Danang
dkk.
Lalu yang
terakhir, dari segi komiknya. Komiknya sendiri sudah bagus untuk menyampaikan
cerita. Aku malah membacanya seperti membaca komik shonen action. Yang menjadi
perhatian utamaku screentone di beberapa panel. Di panel ke-6, panel
terakhir halaman 62, rambut Syd terlihat “berwarna” padahal di halaman
berikutnya, screentone hanya digunakan untuk shading rambut. Hal ini
juga terjadi di halaman 89, 90, dan 91. Dan satu hal terakhir yang mungkin tak
perlu di perhatikan serius, lineart (ah, aku tidak tahu istilahnya dalam
dunia komik- -) terlalu tebal dan terlihat seperti kaku. Untuk screentone,
aku rasa tak begitu dipermasalahkan orang-orang, tapi aku merasa tak enak mungkin
karena terlalu jeli dengannya. Dan aku tak tahu solusi apa yang bisa ku
berikan untuk hal terakhir, mungkin mencoba berlatih untuk sang komikus. Berjualnglah!
Karena aku juga serang berjuang untuk memperbagus gambarku xD!
Dan masih di
sekitar komik, rasanya aku pernah melihat ilustrasi di halaman pengenalan tokoh
yang menggambarkan Zee dan Syd di salah satu grup komunitas manga dan ilustrasi
muslim di DeviantArt xD apa itu hanya sekedar perasaanku? Karena aku belum
mengeceknya lagi xD.
Bagi kalian
yang penasaran dengan novel yang memiliki cerita cukup berbeda dan mengangkat
tema yang cukup familiar dengan dunia remaja, bacalah novel ini! Kalau bisa
beli dong xD biar kerja para penulis, komikus, editor dan segala orang yang ada
dibalik pembuatan buku ini bisa makan xD
*uhuk*entah
mengapa, meski aku punya ide untuk menggambar secuil ilustrasi, aku tak punya
waktu cukup untuk menggambarnya xD *uhuk*





